Siapa yang belum pernah mendengar tentang Candi Borobudur.
Bisa dipastikan hampir semua tahu, minimal pernah mendengar nama tersebut. Ya
Candi Borobudur adalah salah satu candi yang terbesar di Indonesia bahkan di
dunia. Keberaadaannya yang pernah menjadi salah satu dari keajaiban dunia
menjadikannya dikenal di seluruh dunia terutama di kalangan para wisatawan
dunia.Letak Candi Borobudur berada di Propinsi Jawa Tengah, lebih tepatnya berada di Kabupaten Magelang. Lokasinya yang hanya berada pada kurang lebih 15 kilometer saja dari Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikannya lebih dikenal sebagai Candi Borobudur Yogyakarta daripada Jawa Tengah. Letaknya berada di atas Bukit Menoreh, da dikelilingi oleh beberapa gunung besar seperti Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Letaknya juga hanya sekitar 3 kilometer dari Candi Mendut.
Candi Borobudur merupakan candi Buddha peninggalan dari
Dinasti Syailendra di sekitar abad ke-9. Selain itu dalam sejarah Candi
Borobudur, candi ini juga disebut dengan Barabudhur.
Berdasarkan pada beberapa relief gambar Candi Borobudur yang
ada, diperkirakan candi Buddha ini dibangun kurang lebih pada tahun 780 Masehi,
dan akhirnya selesai pada tahun 830 Masehi. Belum jelas benar mengenai bukti
sejarah Candi Borobudur. Hanya beberapa prasasti yang mungkin sedikit
menyinggung tentang Candi Borobudur.
Mengenai pembangunan, diduga Candi Borobudur dirancang oleh
seorang arsitek terkenal pada masa itu bernama Gunadharma. Dan diperkirakan
candi ini pembangunannya selesai ketika Dinasti Syailendra dengan rajanya pada
masa itu Raja Samaratungga memerintah.
Ada sebuah prasasti yang dianggap berkaitan erat dengan asal
usul candi borobudur. Prassasti tersebut bernama Prasasti Sri Kahulunan yang
berangka tahun 842 Masehi yang menyebutkan: "Kawulan i Bhumi Sambhara”.
Bumi Shambara diduga merupakan nama lain dari Borobudur. Dan ini adalah
merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk pemujaan.
Seorang ahli sejarah bernama Poerbatjaraka menyatakan bahwa
Borobudur memiliki arti Biara Budur. Arti lain dari Borobudur menurut Sir
Thomas Stamford Raffles yaitu dalam bahasa Jawa kuno "bara" artinya
"besar" dan "budhur" artinya "Buddha".
Sedangkan pada tahun 1365 Masehi ada sebuah kitab kuno
bernama Kitab Negarakertagama, yang sedikit menyebut kata "Budur".
Tidak ada bukti sejarah yang pasti mengenai kapan tepatnya
sejarah Candi Borobudur ini runtuh dan ditinggalkan. Beberapa ahli berpendapat
bahwa runtuhnya candi ini diawali ketika pada tahun 950 terjadi letusan Gunung
Merapi yang dahsyat. Letusan ini mengakibatkan candi runtuh dan tertimbun
tanah.
Kemudian dilanjutkan dengan mulai runtuhnya Dinasti
Syailendra yang beragama Buddha. Lalu juga Kerajaan Medang atau Kerajaan
Mataram Hindu dengan rajanya Mpu Sindok atau Sri Isyana Vikramadhammatunggadeva
dari Dinasti Sanjaya, yang saat itu menguasai Jawa tengah mulai memindahkan
pusat pemerintahannya ke Jawa Timur sekitar tahun 928 - 1006 Masehi, akibat dari
semakin berkuasanya kerajaan Mataram Islam di Jawa Tengah.
Serentetan peristiwa dalam sejarah Candi Borobudur telah
menyebabakan candi ini runtuh dan semakin ditinggalkan. Namun kebesaran nama
Candi Borobudur tidak pernah hilang. Seorang berkebangsaan Inggris yang
memerintah di Indonesia pada masa itu yaitu Sir Thomas Stamford Raffles yang
sedang melakukan kunjungan ke Semarang tahun 1814 menerima laporan bahwa di
wilayah Kedu tepatnya di desa Bumisegoro, telah ditemukan sebuah bangunan kuno
berupa monumen besar dan juga beberapa bongkahan batu yang memiliki relief.
Kemudian ia mengutus seorang berkebangsaan Belanda bernama
Cornelius dan beberapa ratus orang untuk membuka dan membersihkan daerah itu
untuk mencari tahu reruntuhan apa itu sebenarnya. Misinya tidak dapat berhasil
sepenuhnya karena ternyata penemuannya tersebut sangatlah besar.
Pekerjaan Cornelius ini kemudian dilanjutkan oleh Penguasa
Residen Kedu berkebangsaan Belanda masa itu, yaitu Hartmann. dan pekerjaan
penggalian Candi Borobudur ini selesai pada tahun 1835. dan dilanjutkan
penelitian pada tahun 1842 yang dilakukan secara pribadi oleh Hartmann. Namun
tidak ada catatan sejarah dari penelitian Hartmann ini karena penelitiannya
lebih bersifat pribadi.
Selanjutnya beberapa penelitian dan usaha untuk menggambar
kembali candi Borobudur telah beberapa kali dilakukan. Diantaranya penggambaran
sketsa seluruh relief candi Borobudur oleh seorang insinyur Belanda bernama
F.C. Wilsen, dan sebuah penelitian pada tahun 1859 oleh J.F.G. Brumund. Dilanjutkan
lagi oleh C. Leemans. Dan akhirnya penelitian lengkap pertama Borobudur
dipublikasikan pada tahun 1873. dan di tahun ini pula sebuah foto candi
Borobudur dibuat oleh Isidore van Kinsbergen.
Setelah sejarah Candi Borobudur melalui jalan yang panjang,
termasuk banyak dijarah oleh para penguasa, penjajah, para pemburu harta,
kolektor barang antik, dan juga para pencuri, akhirnya candi ini mulai mendapat
perhatian di tahun 1885 ketika seorang arkeolog bernama Yzerman menemukan
bagian kaki Candi Borobudur.
Tahap restorasi pun akhirnya dimulai, tahap ini dipimpin
oleh Theodor van Erp diantara tahun 1907 sampai dengan tahun 1911. Pada tahap
ini dilakukan penggalian tanah di sekeliling candi yang bertujuan untuk
menemukan berbagai artefak dan juga puing-puing batuan candi beserta
patung-patungnya. dan kemudian dilanjutkan dengan tahap-tahap selanjutnya.
Sayangnya proses pemugaran ini terhenti akibat Perang Dunia
ke-2 dan juga perang kemerdekaan Indonesia di tahun 1942 hingga tahun 1949, dan
akibatnya candi ini semakin rusak. Setelah beberapa saat akhirnya UNESCO pun
turun tangan. Pada tahun 1973 dibuatlah rencana besar untuk memugar candi,. Dan
akhirnya pemugaran dimulai pada tahun 1975.
Pemugaran besar-besaran ini menelan biaya sebesar
US$6,901,243 dan dilakukan dengan melibatkan kurang lebih 600 orang pekerja.
Pada proses ini sebanya 1.460 panel berhasil direstorasi.
Pada masa sekarang ini Candi Borobudur telah menjadi salah
satu tempat tujuan wisata dunia di Indonesia. Hal ini juga tidak lepas dari
peran UNESCO yang telah menetapkan Candi Borobudur sebagai bangunan cagar
budaya warisan dunia pada tahun 1991. Dan hingga saat ini Candi Borobudur tetap
menjadi primadona pariwisata di Indonesia khususnya di Jawa Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar